[Event] – #JCP11 Lingkaran Keabadian

Processed with VSCO with hb2 preset

I am, a man who can’t be moved , from last night concert.

Pementasan perdana diawal tahun 2018 malam tadi dengan tema Lingkaran Keabadian menjawab dahaga 6 bulan kehausanku akan ruang refleksi musik klasik, setelah bulan November kemarin absen karena berada diluar kota.

Bisa dikatakan sebagai penikmat musik (saja) sudah cukup bagiku untuk tersihir dengan alunan orkestra dipimpin Konduktur Budi Utomo Prabowo malam tadi. Ini adalah konser ke-11 dan merupakan helatan perdana ditahun 2018.

Ada 4 babak yang diperdengarkan malam tadi:
  1. Bach- Suita Orkestra No.3 dalam D Mayor. Aria pada Gawai G
  2. Rompas- 0
  3. Reger- Variasi dan Fugue theme Mozart Op.132
  4. Tchaikovsky- Simfoni No.5 dalam E minor, Op.64

Sebagai pembuka diperdengarkan Musik Bach sebagai persembahan, In Loving Memory, kepada Pak Suka Hardjana sebagai salah satu guru ideologis musik Indonesia. Pernah mendengar musik ini dengan alunan biola, ternyata menjadi lebih kaya dan menyentuh ketika dibawa dengan alunan orkestra. Aku rasa Pak Suka pun akan terenyuh ketika lagu ini dimainkan untuk beliau. I’m Sure cause I am! ūüôā

Processed with VSCO with hb2 preset

Yang cukup menarik perhatian adalah karya Jenny Rompas yang malam tadi untuk pertama kali di mainkan secara live,¬†Unik! Tidak seperti musik klasik pada umumnya. Permainan dengan 4 varian memang terasa singkat, yang sedari awal telah dijelaskan oleh beliau bahwa musik ini “sedikit”, bahkan oleh Pak Budi disebut dengan musik jaman now. Tapi memang musik tidak harus selalu memikirkan filosofi, tapi cukup dengarkan saja dan nikmati. Right?

Dua babak terkahir aku rasa memang menjadi core dari pertunjukan malam ini, terutama Tchaikovsky, walau memang tidak bisa kita pisahkan 4 babak ini adalah satu kesatuan dibawah cerita pengangkatan Tema : Lentera Keabadian.

Mari kita mulai dengan Simfoni No.5 karya Tchaikovsky¬†yang disebut sebagai FATE THEMES, selaras dengan konsep Amor Fati yang tertuang dalam buku pengantar orkestra malam ini tadi. Jadi aku yakin, Simfoni no. 5 ini adalah jiwa orkestra malam ini. And for the first time I heard French Horn. Damn! ūüė¶

download (1)

Bagi kalian¬†yang masa kecilnya anteng nonton Film Barbie produksi Mattel pasti akan cukup familiar dengan musik¬†Tchaikovsky.¬†Apalagi di film Swan Lake, a whole this film using Tchaikovsky’s. Beberapa juga muncul di film Barbie and Nutcracker. Ditambah lagi¬†Tchaikovsky adalah musisi rusia yang pada jamannya aku sangat tergila – gila dengan film Anastasia (Disney) yang sangat kental dengan musik klasik Rusia sebagai BGM. If you don’t know about that fairy tale I talked about about, maybe you ever heard Moon Love by Frank Sinatra? That’s a piece from Symphony no.5 with slow movement.

Saat kata pembuka oleh Pak Budi berkata bahwa ketika dikarya ini, silahkan menari yang akan dipandu beliau dari depan, aku langsung menebak bahwa lagu ini adalah lagu para penari balet, and yes! ternyata sonata ini memang pernah dimainkan dipertunjukan balet “Les Presages” dan sang konduktur tidak bohong bahwa beliau memang ikut “menari” dipanggung dengan caranya. EPIC!

Processed with VSCO with hb2 preset

THE FINALE : Andante Maestoso   РAllego Vivace is my favorito from this sonata.  All the dead, all the living, every conscious being that has ever existed in this universe or any other- Reunity at the omega Point! Bang!

Di babak ke 3 diisi karya Reger yang berasal dari German dengan 10 varians. Honestly, I don’t know much about him. I quite sure tema lagu ini adalah based yang sama dengan Mozart Piano Sonata in A major No.11 yang sering jadi lullaby malamku. But, for sure this my first time hear¬†Reger-Mozart Op132. I don’t know much about Baroque of Bach, tapi aku sangat menikmati turun naik sonata ini. Kadang lyric, kadang dramatic dan tiba tiba jumping.

My lovely part is when Fugue : allegretto playing. I try handle myself to do not make stand applause in middle part, this fugue reaches a great climax! Oh bless my ears, I can hear it a live!

Malam tadi mungkin adalah aku merasa seperti putri Anastasia yang sedang menikmati tarian dengan iringan musik istana! I can’t wait for next Philharmonic event! sure, tonight make a high standard for their next orchestra ūüôā

Stand applause for Bapak Budi Utomo, Ibu Jenny Rompas, Badan Ekonomi Kreatif, Dewan Kesenian Jakarta dan Jakarta City Philharmonic for great event!

Cheers¬†ūüíē,
Mendys
Processed with VSCO with hb2 preset
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s