Cerita Pertemanan Tier Satu

Screenshot_2017-07-21-06-49-47-1

Pertemanan itu akan teruji ketika satu sama lain saling menyakiti (secara tidak sengaja) namun enggan pergi karena sakit yang dirasakan tidak cukup untuk menghapus semua tangis dan tawa saat bersama -Mendys

Dari sekian tahun bersama, ini adalah babak persahabatan kami harus naik level. Yes, We grow up buddies!

Ketika sakit tidak hanya soal merasakan apa yang dirasakan oleh sahabat kita ketika tertimpa masalah, tapi ketika kita menahan diri untuk tidak menyakiti namun disisi lain sebenarnya kita saling menyakiti satu sama lain (tanpa sadar).

Ketika kita saling menguatkan bukan hanya saat kita bersama – sama menghadapi konflik yang dialami satu orang, tapi ketika diantara pertemanan tersebut kita berkonflik satu sama lain.

Ketika bersama dalam jarak bukan perkara yang mudah, terlebih lagi ketika berteman bukan sesuatu yang bisa diikat dengan komitmen untuk selalu bersama sampai nanti.

Ketika diam dirasa menjadi pilihan tepat ketika satu sama lain merasa terlalu lelah dengan dunianya masing – masing.

Tapi mungkin dengan tidak adanya kejadian ini, kita tidak akan pernah tau seberapa kuat kita saling bertahan, seberapa jujur sayang yang selalu kita ucapkan di akhir tutup telfon dan seberapa besar kita saling membutuhkan.

Dari babak ini aku menarik kesimpulan tentang arti sebuah pertemanan:

Keeping friends is in not your hands totally. it takes both to keep the friendship.

People Change!

Your buddies too! Bukan karena kalian berteman sejak lama, justifikasi dia tetap seperti teman SMA yang bisa kau ajak bolos kelas agama. No! Over time your pursuit may change and circumstances shift. Kalian bertumbuh, apalagi ketika sudah tidak berada dilingkungan yang sama. Pola pikir, orang sekitar dia dan kalian akan sangat mempengaruhi sudut pandang.

Update! Calling or set a routine meet up.

Aku sangat tidak percaya seseorang bisa menjaga hubungan persahabatan tanpa berkomunikasi yang intense. Bukan berarti kalian harus selalu bersama 24jam. At least you have WE TIME. Bagaimana kalian tau apa yang terjadi padanya, setelah 4 bulan kalian tidak saling menyapa. That’s bullshit man!

Honest.

It’s really need and hard sometimes. Justru hal ini pressurenya lebih tinggi ketika ingin dilakukan dengan teman dekat. Takut dia tidak terimalah, takut dia jadi khawatirlah, takut ini hal receh yang tidak harus dibahas lah.

Tapi yang mungkin harus diingat saat perasaan itu muncul, mereka ada selama ini dan bertahan dengan semua tangis cengeng cinderellamu. Jadi kenapa harus takut? Kenapa harus enggan? Kenapa harus merasa terganggu?

Aku ingat mereka marah sekali ketika mereka bukan orang pertama yang aku hubungin saat malam aku putus cinta. Ya, mereka marah saat tau aku menangis sendiri tanpa mereka. :’)

Mention to your friend you loved them!

It’s cheesy but It’s powerful!

So selagi kalian masih punya teman dan waktu, peluk dan pergunakan waktu mu dengan baik. We don’t know when the face-to-face time will be missed! Because There’s no rules that friendship has to last forever. 

Dear buddies, I love you!

Cheers 💕,
Mendys

Processed with VSCO with k3 preset

 

Iklan

2 Comments Add yours

  1. Kamendy OMG, your article is so gooooodd! And Im blessed!
    The lesson I learned from you: mention to friend that I loved them. Cheesy but powerful, and I agree with you af!

    Cheers,
    Dekcin

    Suka

    1. mendyways berkata:

      Yes dekcin! Kadang ngucapin aja suka malu sendiri kan ya. tp ndak papa! kada org perlu diingetin. hahaa love you dekcin!

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s