Topi Adat Batak Milik Jokowi

Ngebahas Presiden ke-7 kita ini seperti tidak ada habisnya, mulai dari pencalonan bahkan sampai menjadi Presiden masih aja jadi perdebatan. Kita bukannya memperdebatkan sesuatu yang berbobot untuk kemajuan negara, misalnya bagaimana mempersiapkan diri membantu jalannya pemerintahan ini untuk menghadapi pasar bebas 2020, tapi netizen begitu mudah diprovokatif atas sesuatu hal yg terkadang dilebih -lebihkan media. Alih – alih menyampaikan secara cerdas, malah seperti menjelekkan sesuatu hal yang juga menjadi simbol negara kita sendiri

Disini posisi saya bukan sebagai Pro-Jokowi, Pro-blabla, BUKAN, saya hanya bagian dari WNI yang alhamdulillah gak “Ganda” yang ingin melihat Indonesia menjadi lebih baik.

Perdebatan ini bermula ketika Bapak Presiden Jokowi menghadiri Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba dan memakai penutup kepala yang “aneh” saat menggunakan pakaian adat Budaya Batak tersebut. Akhirnya menjadi berlarut – larut ketika adanya pemidanaan terhadap orang – orang yang diperkirakan berkata tidak layak dan pantas kepada Presiden. Hati – hati loh, bisa kena pasal berlapis dan di pidana 6 Tahun (ref. Pasal 310-321KUHP atas kualitas pribadi, dan pasal 207 KUHP jika menghina selaku pejabat), belum lagi kena Pasal UU ITE dan dapat dituntut dengan tidak perlu pengaduan. Nah Lo! Ingat ya dibalik kebebasan berbicara, tapi juga ada etika yang mengaturnya. Kalau sampai saat ini belum kena dampak atas perbuatannya, lagi mujur aja kale ๐Ÿ˜€

Balik lagi ke Bapak Presiden, mungkin hari itu panitia kurang persiapan, perancang busana ingin ber”experiment” , mungkin hari ini banyak kekhilafan sehingga terjadilah beberapa kejadian yang agak “aneh” bahkan dikalangan orang batak sendiri. Tapi apakah kita sempat berpikir, kan tidak mungkin seorang Presiden memakai Baju Bekas atau Baju Sewaan yang bisa kita rental di Penghias Penganten,apalagi untuk acara yang memperkenal kan pariwisata Indonesia ini. Bahkan isu rencana Presiden mau kekantor (saya) ย untuk pembukaan 20 menit saja, disikapi dengan persiapan 5 hari!

Katanya (sih) desain baju untuk hari ini sudah dilakukan review berjenjang sampai sampai Ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Nah! Se”kreatif-kreatifnya” seorangย designer kalo gak lolos review, ga mungkin insiden mahal seperti kemarin terjadi. Bukan ini menyalahkan kreatifitas seseorang, kreatifitas kalo dilakukan ditempat yang tidak semestinya malah akan menimbulkan chaos. Mungkin beda hal nya kalo ini ditampilkan dalam acara fashion, tanggapan mungkin akan berbeda. Seperti kita tahu, Indonesia masih menjunjung adat konservatifnya, Baju adat adalah Simbol Peradaban dan Martabat Masyarakat Pemiliknya, salah dikit bisa beda makna deh! #kelariduplosob. Sama kaya rumbai ditopi Jokowi yang harusnya keluar, dari atas kebawah, malah berumbai di dalam topi dan ย akhirnya terkesan jadi wig-nya si-chandelier. Jadi beda makna deh.

penutup-kepala-jokowi_20160823_112028

Mungkin… Niatnya ingin menjalankan sisi “KONTEMPORER“, toh sekarang pakai Baju Bulu-Bulu ditengah terik Jakarta aja diapresiasi sebagai seni, atau chat rambut warna wani dianggap kekinian. Tapi mungkin Kekinian belum bisa diterapkan pada Baju Adat dalam Acara Adat/Kenegaraan kali ya. Bisa aja sih, kalo kalian punya perspektif seimajiner orang2 paris dalam hal fashion. Sekali lagi peletakan sesuatu ditempat yang salah akan menimbulkan multitafsir yg kemungkinan besar menimbulkan chaos.

Dengan adanya kejadian ini harusnya menjadi momentum kita untuk mulai mengenal kembali kearifan lokal yang mungkin sedikit demi sedikit digerus oleh turbulensi budaya luar. Seberapa kenal kita dengan kebudayaan kita? Masihkan kita meingat lagu – lagu daerah kita? Masihkan kita tahu nama baju adat, rumah adat dan senjata adat yang dulu kita hapalkan di pelajaran Muatan Lokal? #eaaaketahuandarijamanmana

Ini tamparan keras bagi kita kaum muda yang selama ini terlarut dalam arus budaya luar ,terlarut dalam sesuatu hal yang tidak manfaat, yang hampir menghilangkan identitas nasional kita. ๐Ÿ™‚

Anyway, Tapi yang masih menggelitik, yaitu ketika ini menyerempet kemasalah jabatan beliau, ada yang mengatakan soal janji politik lah, tak kunjung sejahtera lah, lebih baik kepemimpinan A,B,C,D lah sob.. koq ga nyambung. Ini mau bahas kepemerintahaan apa Bahas Soal Baju Adat sih? #dalamMEMEyangberedar

Kalo kata pa Ahok “Kita ga butuh orang banyak kritik tanpa solusi, kita butuh orang yang suka kritik dengan solusi”

So.. buat kamu yang mengkritik soal janji politik yang belum terealisasi apa solusinya? tak kunjung sejahtera apa solusinya? Kepemimpinan yang blm maksimal apa solusinya? Indonesia butuh orang – orang solution-Maker, baru bisa kelar ni masalah ruwet! Sekedar ngomong doank, Ngomong aja ama Aplikasi Game “Tom-Cat”.

Belum bisa ngasih solusi? Yuk mulai dengan mendoakan Pemimpin kita, terutama bapak Presiden, agar mampu bekerja dengan amanah. Semakin banyak pejabat yang mau bekerja untuk warganya, dan makin banyak pemuda-pemudi yang mau dan mampu membangun bangsa. Kasian Bapak Presiden, udah waktu tidurnya kurang, berpikir extra keras mikirin kalian yang mendoakan beliau saja tidak mau. Jangan sampai efek kantong mata Bapak Presiden SBY yang nambah 90% diakhir masa jabatan, juga terjadi kepada Bapak Jokowi dalam bentuk perampingan body. Semoga… Kami titip negara ini kepadamu pak!

Bukan #diehardfansJokowi, Bukan #diehardfansPrabowo, apalagi #diehardfansRaffiAhmad, tapi hanya Warga Negara Indonesia biasa yang ingin melihat Indonesia menjadi lebih baik. Walau selama ini hanya mampu mendoakan, curhat melalui tulisan, dan menjadi abdi-dalem pemerintahan yang masih jauh dari kata mampu membawa perubahan.

Cheersโค

Mendys

Iklan

2 Comments Add yours

  1. nikkiwirawan berkata:

    Ini mirip kasus kostum pembukaan olimpiade Rio Indonesia. Di sini diejek2 dijadiin meme, diluar kostum kita dipuji-puji wkwkw

    Suka

    1. mendyways berkata:

      nah! yang kata nya mirip bungkus permen ya kiw. hihi.. tapi kalo dalam konteks pawai pada saat itu it’s okay ya mau pakai yang se kontemporer apapun itu. tapi kalo ngeliat kebudayaan kita dengan sifat konservatifnya untuk acara adat atau kenegaraan, agak susah sih kiw. ni topi kalo dipake di fashion show paris pasti heboh bt deh! masalah penempatan kali ya. hahaha

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s