[Personal] -Sahabat Pena

PicsArt_03-26-07.28.41

Masih ingat dengan slogan #sahabatpena dan gambar #burungmerpati?

Selamat.. anda berarti orang yang tau bagaimana menghargai alat tulis dan kertas!

Wew.. seperti stroll ke jaman SD dimana PT. Pos Indonesia masih giat melancarkan slogan #Gemarmenulissurat dengan gambar #burungmerpati dan anak SD yang bertukar surat! Ini sih seperti mengingat – ingat masa lalu dan bikin baper.

Sekarang sih bukan pengen ngebahas soal Surat yang Tergantikan oleh email,SMS, Line, WA yang katanya memotong jalur cinta dan mencoba memperbandingkan soal demo taksi yang baru terjadi! BUKAN! Tapi mengingat jaman manis sebuah surat datang kepada kita!

Sahabat pena adalah orang yang sengaja memuat profil mereka entah itu di halaman belakang buku LKS dengan photo hitam putih agak buram, halaman majalah khusus dimajalah bahkan dari pertukaran info antar sahabat sendiri yang bisa kirimi surat perkenalan. Entah itu isi surat dengan tulisan ceker ayam berisi perkenalan nama, hobi bahkan rasi bintang! Sebegitu gak pentingnya tapi entah kenapa pada saat era itu sangat ditunggu – tunggu itu surat balasan. Rindu mendengar si bapak/mas dengan baju orange mengetuk pintu rumah!

Bukannya mengatakan masa itu lebih baik daripada sekarang, nggak juga! Tetapi mengenang indahnya menulis surat dibawah remang – remang lampu, menyiapkan kertas surat wangi (yang dlu katanya ada nark*banya), tulisan di bagus – bagusin walo gak bagus – bagus amat juga, beli prangko ditoko klontongan dan menempelnya dengan cara dijilat di amplop surat (eh kadang pake nasi deng) trus memasukkan ke kotak surat yang bediri sendiri dipinggir jalan. GILA!! Proses ini benar – benar luar biasa! Luar biasa panjangnya maksudnya padahal belum tentu di balas.

Tapi bukan soal dibalasnya, tapi begitu excitednya kita menjalin komunikasi dengan orang yang bahkan tidak kita ketahui ada dimana. Iya tau ada alamatnya, misalnya kota semarang, tapi memang nya aku pada masa itu sebagai anak didaerah kabupaten kalimantan selatan yang berjarak hampir 183km dari ibu kota provinsi tau bagaimana rumah si sahabat pena yang aku kirim bagaimana bentuknya? Bagaimana keluarga? Bagaimana sifat dan perilakunya? GAK KAN? *santai woi*

(ini kaya milih jodohnya kayany ampe pengen tau rumah segala 😀 )

Rindu sih dengan masa – masa lancar menulis, yang secara ga sadar kita jadi mudah mengungkapkan apa yang kita rasakan, tapi masih dengan cara yang bagus dan manis walau agak sedikit drama. Bahkan dlu dalam menyatakan perasaan, surat yang dijadikan media, entah itu cm selembar kertas SIDU bergaris yang dilipet – lipet. Rasanya berjuta gitu dengan bahasa – bahasa yang ditata dengan sebaik mungkin, bahkan kadang disilepin dengan akronim menggelikan

Sudah

Lama

Aku

Naksir

Kamu

atau pantun – pantun yang penting sama Rima. Tapi bisa dibayangkan bagaimana effort nya menyusun kata yang bisa menggugah hati tersebut? *ahelah*

Kangen ya ternyata,iya.. kangen surat cinta maksudnya! *eh*

Jadi Gimana? Mau Nulis Surat Lagi?

Cheers ❤

Mendys

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s